Setiap Muslim wajib percaya pada Quran.
Setiap Muslim wajib memahami ayat-ayat Quran.
Setiap Muslim wajib mempraktikkan ajaran Quran.
Setiap Muslim wajib menyampaikan kepada yang lain amanat Quran.
Dalam Kitab Perjanjian Lama (Old Testament), ada disebut yang Ibrahim
telah mengkhatankan dirinya sendiri ketika dia berusia 99 tahun, di atas
perintah Tuhan.
Genesis 17:10-14,
Inilah perjanjian-Ku,
yang harus kamu pegang, perjanjian antara Aku dan kamu serta
keturunanmu, yaitu setiap laki-laki di antara kamu harus disunat;
haruslah dikerat kulit khatanmu dan itulah akan menjadi tanda perjanjian
antara Aku dan kamu. Anak yang berumur delapan hari haruslah disunat,
yakni setiap laki-laki di antara kamu, turun-temurun: baik yang lahir di
rumahmu, maupun yang dibeli dengan uang dari salah seorang asing,
tetapi tidak termasuk keturunanmu. Orang yang lahir di rumahmu dan orang
yang engkau beli dengan uang harus disunat; maka dalam dagingmulah
perjanjian-Ku itu menjadi perjanjian yang kekal. Dan orang yang tidak
disunat, yakni laki-laki yang tidak dikerat kulit khatannya, maka orang
itu harus dilenyapkan dari antara orang-orang sebangsanya: ia telah
mengingkari perjanjian-Ku.
Dalam Kitab Perjanjian Baru (New Testament), ada juga disebut yang Isa dikhatankan ketika dia baru berusia 8 hari.
Lukas 2:21,
Dan ketika genap delapan hari dan Ia harus disunatkan, Ia diberi nama
Yesus, yaitu nama yang disebut oleh malaikat sebelum Ia dikandung
ibu-Nya.
Sebagaimana majoriti umat Islam sependapat malah
bersetuju bahwasanya Kitab Quran adalah firman Allah yang mensahihkan
hal-hal perkara yang benar yang terdapat di dalam kitab-kitab terdahulu.
Fakta ini disokong oleh Quran itu sendiri,
Katakanlah,
"Sesiapa yang menjadi musuh kepada Jibrail patutlah ketahui bahwa,
dialah yang menurunkannya (Quran) kedalam hatimu dengan izin Allah,
mengesahkan kitab sebelumnya, dan memberi petunjuk, dan juga berita
berita gembira bagi orang orang yang percaya." (2:97)
Bukan
orang Yahudi, ataupun Nasrani yang akan menerimamu, melainkan jika kamu
mengikut agama mereka. Katakan,"Hanya petunjuk Allah sahaja yang benar"
Jika kamu menyetujui kehendak mereka, setelah kamu menerima ilmu
pengetahuan, kamu akan dapati tidak ada satu perjanjian ataupun
penyokong dapat menolongmu dari Allah. (2:120)
Apabila mereka
diundang, " Ikutlah apa yang Allah telah bentangkan didalamnya," mereka
menjawab "Kami mengikuti apa yang kami dapatinya dari amalan ibu bapa
ibu bapa kami,"Bagaimanakah jika orang orang tua mereka itu tidak
memahaminya, dan tidak juga mendapat petunjuk.? (2:170)
Kami tidak turunkan Quran ini untuk memberi sebarang kesukaran kepadamu. (20:2)
Malangnya, isu sunat atau khatan tidak terdapat langsung dan juga tidak
disebutkan langsung oleh Allah dalam Quran. Mengapa sedemikian jadinya?
Persoalan di sini, apakah tidak cukup jelas keterangan yang Allah telah
berikan, tentang penciptaan manusia di dalam Quran? Sehinggakan manusia
sanggup mengubah rekabentuk ciptaan Allah yang asli?
Kita hendaklah senantiasa menggunakan kebijaksanaan dan akal pemikiran kita sebagaimana yang diumpamakan dalam Quran.
Allah Sahajalah yang memberikan bumi untuk menjadikan tempat kediaman
bagi kamu, dan langit satu struktor yang mengkagumkan, dan Dia
membentukkan kamu, dan membentukkan kamu dengan cukup sempurna. Dia
Sahajalah yang mengadakan untuk kamu peruntukkan peruntukkan yang baik.
Demikian itulah Allah Tuhan kamu; yang Maha Tinggi adalah Allah, Tuhan
bagi semesta alam. (40:64)
Dialah yang menciptakan sekelian
cekrawala dan bumi untuk tujuan yang tertentu, membentukkan kamu dan
menyempurnakan pembentukkan kamu, lalu kepadaNya sajalah destini yang
terakhir. (64:3)
Kami mengukurnya dengan tepat. Kamilah pereka pereka bentuk yang terbaik. (77:23)
Dari setitik yang halus, Dia menciptakannya dan membentuknya. (80:19)
Yang Esa yang menciptakan kamu, membentukkan kamu, dan menyempurnakan kamu. (82:7)
Dalam apa saja reka bentuk yang Dia pilih, sesungguhnya, Dialah yang membinakannya. (82:8)
Kami menciptakan manusia dari reka bentuk yang terbaik. (95:4)
Fikir-fikirkan lah.

No comments:
Post a Comment